Tampilkan postingan dengan label Berita april 2009. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita april 2009. Tampilkan semua postingan

Rabu, 29 April 2009

Facebook Bakal Masuk Kurikulum Sekolah Di Inggris


LONDON - Khawatir anak-anak di Inggris lebih menghabiskan waktunya untuk bermain Facebook daripada mengerjakan Pekerjaan Rumah, pemerintah Inggris melakukan perubahan radikal dalam kurikulum sekolahnya.

Pemerintah Inggris memutuskan untuk 'mengalah' dan memasukkan situs jejaring sosial dalam kurikulum sekolahnya. Dalam kurikulum baru yang akan diumumkan pekan mendatang itu, pemerintah menargetkan agar anak-anak Inggris bisa lebih banyak mempelajari situs jejaring sosial.

EconomicsTimes, Selasa (28/4/2009) melansir, pemerintah Inggris mengharapkan agar anak-anak Inggris dapat membuat akun di Facebook dan situs jejaring sosial lainnya, serta menulis di blog. Tak hanya itu, pada kurikulum baru ini anak-anak diharapkan juga dapat memiliki kemampuan berbicara, pengoperasian internet, dan bahkan manajemen keuangan.

"Para siswa tadinya duduk sekira tiga jam untuk melakukan ujian esai guna mengetahui hasil pembelajaran, sekarang pemerintah menginginkan agar anak-anak juga dapat mengirim pesan teks," ujar seorang pejabat pendidikan. (srn)

Read More......

Katrid Bikin Rugi


JAKARTA,Tidak bisa dipungkiri kalau banyak konsumen yang lebih suka menggunakan katrid tinta isi ulang (refill). Padahal dengan membeli katrid isi ulang lebih banyak kerugian yang didapat.

Vendor penyedia printer Hewlet-Packard (HP) mengungkapkan laporan kalau katrid isi ulang dan katrid dari sisa bekas yang dibuat baru, hanya 26 persen yang bertahan. Sedangkan katrid yang dibranded hanya 12 persen yang sukses dipakai.

"Membeli katrid seperti itu rugi. Sama saja beli tiga, yang dipakai dua," kata Mulia Dewi Karnadi, Managing Director Imaging & Printing HP Group, dalam peluncuran produk printer terbaru HP, di Plaza Bapindo, Jakarta, Rabu (29/4/2009).

Mengenai harga katrid asli yang begitu mahal, HP melalui produknya menawarkan solusi yang disesuaikan dengan kebutuhan. Jika ingin harga murah, maka ada katrid dengan kualitas biasa.

Bagi HP, segmen untuk usaha kecil menengah cukup memberikan kontributsi yang sangat besar, yaitu sebanyak 75 persen dari total keseluruhan penjualan printer HP.

"Tapi itu sudah termasuk dengan pengguna rumahan. Karena memang kita tidak bisa memisahkannya," tandasnya. (jri)

Read More......

Operator Telekomunikasi Indonesia Dinilai Kebanyakan




JAKARTA - Jumlah operator telekomunikasi di Indonesia juga dinilai terlalu 'gemuk'. Berdasarkan riset Merryl Lynch Desember 2008, operator Indonesia berjumlah 10 perusahaan.

Sebagai perbandingan, operator telekomunikasi di Australia dan Filipina hanya 4 operator. Sedangkan di Korea, China, dan Malaysia hanya tiga operator, Thailand dan India lima operator.

Hal itu diungkapkan Ketua Komite Tetap Telekomunikasi Kamar Dagang dan Industri Indonesia Johnny Swandy Sjam pada Seminar 'Evaluasi Satu Tahun Beleid, di Hotel Sahid, Jakarta, Rabu (29/4/2009).

Banyaknya jumlah pemain dalam bisnis telekomunikasi, Menurut Johnny� menyebabkan sistem kemitraan atau kerja sama akan mengambil posisi penting. "Kemitraan antara inovator, content publisher, pengiklan dan pengguna akan menentukan isi dan arsitektur telekomunikasi," katanya.

Selain itu, Johny juga mengungkapkan, Tarif telekomunikasi di Indonesia tercatat sebagai tarif terendah dibandingkan negara lain. Hal itu merupakan dampak dari pemberlakuan beleid 1 April 2008, yang memaksa operator untuk menurunkan biaya tarif telekomunikasi dan perang tarif yang terjadi di Indonesia.

Sebelumnya biaya telekomunikasi Indonesia berada di peringkat kedua termahal setelah China. Biaya telekomunikasi di Indonesia mencapai USD18 per menit, lebih murah daripada biaya telekomunikasi di China USD 22 per menit.

Saat ini tarif Indonesia setara dengan tarif telekomunikasi di Hong Kong USD1,8 per menit, di bawah tarif telekomunikasi India USD2 per menit, Thailand USD5 per menit, Malaysia USD5,5 per menit, dan Korea USD8 per menit. (srn)

Read More......